Kupat Tahu Benhur, Kuliner Legend di Pusat Kota Purwakarta yang Rasanya Bikin Nagih

- Kamis, 12 Januari 2023 | 17:42 WIB
Kupat Tahu Benhur yang recomended di Purwakarta (Ita Nina Winarsih)
Kupat Tahu Benhur yang recomended di Purwakarta (Ita Nina Winarsih)

LENSA PURWAKARTA - Apa kuliner khas apa yang Anda ketahui di Kabupaten Purwakarta? Kue Surabi, sate maranggi, atau bakakak ayam? Ya, yang disebutkan di atas memang benar adanya.

Tapi tahu gak? Ternyata Kabupaten Purwakarta, punya beragam kuliner khas yang melegenda lainnya lho. Salah satunya, kupat tahu.

Konon, ini kupat tahu legend yang ada di Kabupaten Purwakarta. Rasa kupat tahu ini sangat recomended. Karena, sangat enak dan punya ciri khas.

Baca Juga: 21 Satpam Binaan Polres Subang akan Ikut Perlombaan Senam Tongkat dan Borgol

Ya, kuliner khas itu bernama kupat tahu Benhur, atau biasa disebut juga kupat tahu GS. Kenapa namanya Benhur? Karena, penjualnya bernama Benhur.

Lokasinya dimana sih? Pasti banyak yang bertanya-tanya. Pedagang kupat tahu Benhur lokasinya agak berada di gang yang kecil. Yaitu, berada di Gang Aster, tepatnya di depan RM Katineung, samping Pasar Jumaah, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Saat ditemui di kedainya, Benhur (59) menjelaskan, kupat tahu ini sudah dikelola oleh generasi kedua. Awalnya, kupat tahu ini dikelola sama Pak Nono, yang merupakan bapak mertua dari Benhur.

Baca Juga: Guys Kabar Bahagia Nih Blackpink akan Tour Dunia dan Menyapa Jakarta, Kepoin Yuk!

"Saat saya masih kecil, sekitar 1984-an kupat tahu Nono sudah ada. Kemungkinan, kupat tahu ini jualan sejak 1980-an atau bisa jadi sudah berjualan sebelum itu," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, sedari kecil hingga dewasa Benhur sudah menjadi langganan kupat tahu Nono. Rasanya cukup enak dan banyak. Sehingga, sangat cocok mengganjal perut yang keroncongan di pagi hari.

Bahkan, saat Benhur dewasa dia kerap kali membawa pacarnya makan kupat tahu Mang Nono. Saat itu, dia belum jatuh hati pada putri dari Mang Nono.

Baca Juga: Tahu Gak, Kecamatan Ini Ternyata Daerah Penghasil Buah Rambutan Unggulan di Purwakarta Lho

"Itu cerita lucunya, saya sering mengutang pada Pak Nono yang kini jadi mertua sendiri," ujarnya sambil terkekeh.

Singkat cerita, Benhur putus dengan pacarnya. Lalu, dia jatuh hati kepada salah satu anak Pak Nono. Kemudian, keduanya menikah. Benhur tidak tertarik menjadi pedagang kupat tahu. Lantaran, dia memiliki toko baju di Pasar Jumaah.

Seiring berjalannya waktu, atau saat Pasar Jumaah direnovasi oleh pemerimtah Benhur memutuskan untuk berhenti jualan baju.

Baca Juga: Hotman Paris Kabarkan Ferry Irawan Telah Jadi Tersangka Kasus KDRT Terhadap Venna Melinda Bruglia

Kemudian, dia melihat bapak mertuanya yakni Nono mulai sakit-sakitan. Benhur kemudian, memberanikan diri mengambil alih kemudi dagang kupat tahu.

Halaman:

Editor: Asep Mulyana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X